Analisis Upaya Manajemen Puskesmas Dalam Penerapan Budaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Puskesmas Sei Berombang Kabupaten Labuhanbatu
Keywords:
Budaya K3, Manajemen Puskesmas, Sistem Manajemen K3 (SMK3), Pelayanan Kesehatan PrimerAbstract
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama di Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan primer yang rentan terhadap berbagai risiko kerja. Budaya K3 mencerminkan nilai, sikap, dan perilaku organisasi dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya manajemen dalam penerapan budaya K3 di Puskesmas Sei Berombang, Kabupaten Labuhanbatu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan terdiri dari lima orang yang mewakili unsur manajemen, tenaga medis, tenaga administrasi, dan petugas kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya K3 sudah mulai dilaksanakan namun belum merata dan belum sepenuhnya terinternalisasi ke dalam kebiasaan kerja sehari-hari. Ditemukan tujuh tema utama yang menggambarkan kondisi tersebut, yakni penggunaan alat pelindung diri (APD) yang belum konsisten, lemahnya pelaporan dan evaluasi insiden kerja, rendahnya pemahaman staf terhadap prinsip-prinsip budaya K3, kebersihan dan sanitasi area umum yang belum optimal, tindak lanjut insiden kecil yang belum terstruktur, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, serta pengelolaan limbah medis yang masih belum konsisten. Berdasarkan hasil penelitian, budaya K3 di Puskesmas ini masih berada dalam tahap transisi dari reaktif ke kalkulatif. Sementara itu, implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3) masih belum optimal dan memerlukan penguatan, khususnya pada aspek pelatihan, evaluasi, serta pemantauan berkelanjutan. Faktor pendukung mencakup tersedianya kebijakan tertulis dan pelatihan rutin, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman staf dan lemahnya sistem pelaporan. Disarakan untuk melakukan peningkatan komitmen manajerial dan penguatan sistem agar budaya K3 dapat terintegrasi secara menyeluruh dalam praktik kerja di Puskesmas.