Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang HIV/AIDS di Provinsi Sumatera Utara (Analisis Data SDKI 2017)

Authors

  • Alam Bakti Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia Author
  • Maya Fitria Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia Author

Keywords:

HIV/AIDS, Pengetahuan, WUS, SDKI 2017, Sumatera Utara

Abstract

Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) mengenai HIV/AIDS sangat krusial dalam menekan angka epidemiologi dan mencegah penularan vertikal ke janin. Namun, literasi kesehatan yang komprehensif sering kali terhambat oleh faktor sosiodemografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pengetahuan WUS tentang HIV/AIDS di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian kuantitatif ini merupakan analisis data sekunder dengan desain cross-sectional menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Sampel penelitian terdiri dari 971 WUS berstatus pernah kawin di Sumatera Utara (setelah pembobotan). Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik responden dan indikator pengetahuan HIV/AIDS. Sebanyak 82,3% WUS telah memiliki pengetahuan dasar (pernah mendengar tentang AIDS). Dalam aspek pencegahan, pemahaman tentang prinsip saling setia (78,6%) jauh lebih tinggi dibandingkan efektivitas penggunaan kondom (59,3%). Hambatan terbesar ditemukan pada tingginya kesalahpahaman (misconceptions), di mana hanya 28,9% WUS yang mengetahui bahwa HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, dan hanya 37,1% yang memahami bahwa HIV tidak menular lewat berbagi makanan. Sebaliknya, pengetahuan terkait penularan vertikal dari ibu ke anak (Mother-to-Child Transmission/MTCT) sudah relatif baik, khususnya penularan selama kehamilan (85,1%) dan melalui pemberian ASI (79,7%). Kesimpulan: Meskipun paparan informasi awal dan pengetahuan tentang MTCT pada WUS di Sumatera Utara sudah cukup tinggi, tingkat pengetahuan komprehensif pencegahan dan kemampuan menolak mitos penularan masih sangat rendah. Dinas Kesehatan perlu meredesain materi komunikasi dan edukasi yang secara spesifik meluruskan mitos biologi penularan guna meruntuhkan stigma sosial di masyarakat.

Downloads

Published

2026-04-03