Faktor Risiko Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Asahan Tahun 2026

Authors

  • Gadis Sophi Azzahra Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia Author
  • Hiswani Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia Author

Keywords:

malaria, faktor risiko, lingkungan, perilaku

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat. Kejadian malaria dipengaruhi oleh faktor perilaku individu dan kondisi lingkungan. Berdasarkan laporan WHO, insidensi malaria global tahun 2024 mencapai 64,0 per 1.000 penduduk. Di Indonesia, Annual Parasite Incidence (API) malaria tahun 2024 sebesar 1,93 per 1.000 penduduk, sedangkan di Provinsi Sumatera Utara sebesar 0,42 per 1.000 penduduk. Kabupaten Asahan merupakan daerah endemis malaria dengan API tertinggi di Sumatera Utara, yaitu 2,54 per 1.000 penduduk. Kecamatan Kisaran Timur menjadi salah satu wilayah dengan incidence rate tertinggi, yaitu 7,01 per 1.000 penduduk pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria pada masyarakat usia 18–59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Asahan. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan desain case control. Sebanyak 86 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,010), keberadaan kawat kasa pada ventilasi rumah (p=0,007), keberadaan tempat perindukan nyamuk (p=0,028), kebiasaan keluar rumah pada malam hari (p<0,001), dan penggunaan obat anti nyamuk (p=0,017) dengan kejadian malaria. Sementara itu, usia (p=0,342) dan penggunaan kelambu (p=0,071) tidak berhubungan signifikan. Diperlukan promosi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan malaria, terutama melalui pemeliharaan kebersihan lingkungan.

Downloads

Published

2026-07-01