Daya Terima Formulasi Abon Ikan Depik Dengan Penambahan Jantung Pisang

Authors

  • Wanda Lestari Program S1 Gizi, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia Author
  • Tuty Hertati Purba Program S1 Gizi, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia Author
  • Mawaddah Program S1 Gizi, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia Author

Keywords:

Abon, Protein, Jantung Pisang, Ikan Depik, Daya Terima

Abstract

Ikan depik (Rasbora Tawarensis) merupakan salah satu jenis ikan khas yang hidup di Danau Laut Tawar. Jantung pisang dihasilkan selama proses pisang berbunga dan akan menjadi tandan pisang. Abon merupakan suatu produk olahan makanan yang dapat meningkatkan nilai guna dan daya simpan pada pangan tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui daya terima formulasi abon ikan depik dengan penambahan jantung pisang serta untuk mengetahui mutu kimia abon yang terdiri kadar air, kadar abu, protein, dan serat kasar. Metode yang digunakan yaitu bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 pengulangan sehingga menghasilkan 8 unit percobaan. Variabel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji kimia, anova, duncan dan pengolahan data dianalisis menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil uji hedonik menunjukan bahwa F3 merupakan formulasi terbaik dengan jumlah nilai 3.81 dengan kategori suka dan uji mutu hedonik menunjukan F3 merupakan formulasi terbaik dengan jumlah nilai 3.19 merupakan formulasi dengan kategori warna agak coklat, beraroma ikan depik dan jantung pisang, berasa ikan depik dan jantung pisang, dan tekstur agak halus. Dari hasil uji kimia pada abon kandungan kadar air 5,36%, kadar abu 5,26%, Protein 4,95 %, dan serat kasar 58,39%. Kesimpulan: Formulasi terbaik yaitu F3 yang menggunakan ikan depik sebanyak 55g dan jantung pisang 45g dengan jumlah nilai 3.50. Disarankan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait lama daya simpan abon terhadap kandungan gizi. Abon ini merupakan alternatif makanan siap saji bagi masyarakat terutama kepada kelompok umur remaja hingga lansia.

Downloads

Published

2022-04-15