PENGUATAN UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF TENTANG PENDIDIKAN SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK KESEHATAN GALANG INSAN MANDIRI BINJAI

Authors

  • Muhammad Crystandy Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia Author
  • Safrina Ramadhani Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi D4 K3, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia Author
  • Sapriadi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia Author

Keywords:

Promotif, Preventif, Pendidikan Sex Pranikah, Remaja

Abstract

Pentingnya pendidikan seks pranikah untuk remaja dalam menghadapi tantangan kesehatan reproduksi yang semakin kompleks. Masa remaja, yang terjadi pada usia 10-19 tahun, merupakan periode peralihan dari anak-anak menuju dewasa, ditandai dengan perubahan fisik, psikologi, dan sosial, termasuk munculnya dorongan seksual. Namun, tingginya perilaku seks pranikah di kalangan remaja, yang tercermin dari meningkatnya angka hubungan seksual pertama kali pada usia dini, berisiko menyebabkan masalah kesehatan reproduksi, kehamilan remaja, serta peningkatan penularan penyakit menular seksual (PMS). Beberapa faktor yang memengaruhi perilaku tersebut antara lain pengetahuan, kepercayaan diri, pengaruh teman sebaya, dan orang tua. Oleh karena itu, pendidikan seks pranikah yang berbasis pada upaya promotif dan preventif sangat penting untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat mengenai seksualitas, serta membekali remaja dengan keterampilan untuk membuat keputusan yang bijak. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kehamilan remaja dan penyebaran PMS, serta membantu remaja mengembangkan sikap yang sehat terhadap seksualitas. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan pada kelompok remaja. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan membangun komunitas remaja di lingkungan sekolah. Dari kegiatan pengabdian tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya penyuluhan tersebut memberikan pengetahuan lebih kepada remaja, diharapkan dengan pemberian edukasi, wawasan dan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan sampai  kapanpun dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan juga dapat membagikan informasi ini Kembali kepada lingkungan sekitar.

Published

2025-02-03