Optimalisasi Peran Bidan melalui Edukasi Gizi Seimbang Ibu Hamil dalam Perspektif Islam untuk Mewujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas
Keywords:
Bidan, Edukasi gizi, Ibu hamil, Islam, Stunting, Generasi sehatAbstract
Masalah gizi pada ibu hamil masih menjadi isu penting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bireuen, karena berkontribusi terhadap tingginya angka anemia, kurang energi kronis (KEK), serta risiko stunting pada anak. Edukasi gizi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik gizi ibu hamil, terutama dengan melibatkan bidan sebagai tenaga kesehatan terdekat masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran bidan dalam memberikan edukasi gizi seimbang dengan mengintegrasikan perspektif Islam sebagai motivasi spiritual bagi ibu hamil. Metode kegiatan meliputi pre-test, pemberian edukasi dengan media leaflet, modul, dan poster yang dikaitkan dengan nilai Islami (halalan thayyiban dan hifz an-nasl), demonstrasi penyusunan menu bergizi, serta post-test dan evaluasi. Responden adalah 30 ibu hamil di Desa Cot Laga Sawa Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran lingkar lengan atas (LILA), pemeriksaan hemoglobin (Hb), serta observasi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan gizi dari 55,3% menjadi 78,6%, peningkatan kepatuhan konsumsi TTD dari 35% menjadi 70%, peningkatan konsumsi lauk hewani dari 40% menjadi 75%, serta peningkatan konsumsi sayur dan buah dari 30% menjadi 65%. Risiko KEK menurun dari 25% menjadi 10%, sementara prevalensi anemia turun dari 40% menjadi 25%. Sebanyak 85% ibu hamil menyatakan lebih termotivasi menjaga gizi karena dorongan nilai Islami. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah optimalisasi peran bidan dalam edukasi gizi seimbang berbasis nilai Islam terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik gizi ibu hamil serta berdampak pada perbaikan status gizi. Edukasi berbasis medis dan religius terbukti lebih efektif dalam masyarakat religius seperti Bireuen. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diperluas ke wilayah lain sebagai upaya mendukung program nasional percepatan penurunan stunting dan mewujudkan generasi sehat dan berkualitas.