HUBUNGAN ANTARA FAKTOR DEMOGRAFI DAN STATUS GIZI DENGAN LAMA HARI RAWAT INAP PASIEN DIABETES MELLITUS DI RS COLUMBIA ASIA MEDAN
Keywords:
diabetes mellitus, faktor demografi, status gizi, lama rawat inapAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor demografi (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi) dan status gizi dengan lama hari rawat inap pasien diabetes mellitus di RS Columbia Asia Medan. Menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan teknik accidental sampling, penelitian dilaksanakan selama Februari-Maret 2025 dan memperoleh 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan rekam medis pasien untuk mengumpulkan data demografi, antropometri, dan durasi perawatan. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok usia 51-60 tahun (40%), berjenis kelamin laki-laki (53,3%), berpendidikan sarjana (66,7%), dan memiliki pendapatan 5.001.000-6.000.000 rupiah (50%). Status gizi responden terdistribusi sebagai normal (46,7%), overweight (20%), dan obesitas (33,3%), dengan 83,3% responden menjalani perawatan >4 hari. Analisis bivariat mengungkapkan tidak adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,683), jenis kelamin (p=0,344), pendidikan (p=0,717), status sosial ekonomi (p=0,226), dan status gizi (p=0,760) dengan lama hari rawat inap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa durasi hospitalisasi pasien diabetes mellitus kemungkinan dipengaruhi oleh faktor klinis yang lebih kompleks daripada karakteristik demografi dan antropometri sederhana, menekankan pentingnya pendekatan personalisasi dalam manajemen diabetes yang mempertimbangkan multiple determinan luaran klinis.