Hubungan Posisi Duduk Dan Lama Waktu Duduk Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada Pegawai Puskesmas Sedinginan
Keywords:
Nyeri punggung bawah, posisi duduk, lama duduk, ergonomi, fisioterapiAbstract
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum terjadi di kalangan pekerja administratif akibat posisi duduk statis yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan kesejahteraan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi duduk dan lama waktu duduk terhadap nyeri punggung bawah pada pegawai Puskesmas Sedinginan. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden 30 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dan observasi postur menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square (α = 0.05). Hasil: Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara posisi duduk (p = 0.00) dan lama waktu duduk (p = 0.01) dengan nyeri punggung bawah. Pegawai dengan postur duduk berisiko tinggi memiliki peluang 90 kali lebih besar mengalami LBP, sedangkan yang duduk lebih dari enam jam berisiko 25 kali lebih besar. Kesimpulan: Posisi duduk dan lama duduk berpengaruh signifikan terhadap kejadian LBP. Diperlukan intervensi fisioterapi berbasis ergonomi melalui edukasi postural, latihan peregangan, dan penataan lingkungan kerja untuk mencegah keluhan muskuloskeletal.