ANALISIS ADIKSI GAWAI DAN DAMPAKNYA PADA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMP NEGERI 10 KOTA MEDAN
Keywords:
Kecanduan, Gawai, Remaja, Kesehatan ReproduksiAbstract
Kecanduan gadget adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan penggunaan gadget, yang mengakibatkan menghabiskan waktu berlebihan menggunakan gadget sementara mengabaikan kegiatan lain. Penggunaan gadget berlebihan umumnya ditemukan di kalangan siswa remaja. Survei awal melalui wawancara dengan 3 remaja di SMP Negeri 10 Kota Medan mengungkapkan kecanduan gadget terkait dengan penggunaan media sosial, permainan daring, dan akses ke konten pornografi. Awalnya, gadget digunakan untuk kegiatan belajar di sekolah, tetapi pada kenyataannya, remaja menghabiskan lebih banyak waktu pada kegiatan negatif yang dapat berdampak pada masalah kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kecanduan gadget, mengkarakterisasi pola kecanduan gadget, memeriksa dampak pada kesehatan reproduksi, mengevaluasi peran orang tua dalam memantau dan mengendalikan penggunaan gadget, dan menilai peran guru dalam menangani remaja dengan kecanduan gadget. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari 5 remaja sebagai informan kunci, 3 orang tua dan 1 guru sebagai informan pendukung, dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan berbagai faktor yang menyebabkan kecanduan gadget termasuk faktor internal, eksternal, situasional, dan sosial. Remaja mengalami kecanduan gawai berdasarkan tanda-tanda karakteristik, intensitas penggunaan gawai, aplikasi yang sering diakses, dan aktivitas penggunaan gawai. Dampaknya meliputi dampak fisik seperti infeksi menular seksual, masturbasi, dan gangguan menstruasi, serta dampak psikologis seperti hiperseksualitas, fantasi seksual, masalah citra tubuh, dan rasa bersalah. Peran orang tua dalam memantau dan mengendalikan penggunaan gawai di kalangan remaja sangat penting, namun banyak orang tua yang tidak tegas dalam menetapkan batasan atau memantau aktivitas digital anak. Keterlibatan aktif orang tua diperlukan dalam memantau penggunaan gawai melalui teknologi yang tersedia saat ini seperti aplikasi kontrol orang tua untuk meminimalkan risiko kecanduan gawai. Peran guru di sekolah juga diperlukan dalam menetapkan aturan penggunaan gawai dan menangani remaja yang kecanduan gawai, mengingat sekolah dapat menjadi wadah penting untuk mengatasi masalah ini.